Di ulangtahun proklamasi
memandang bukit, laut, langit, matahari yang retak
menatap malam, bulan, jiwa yang tercabik terbenam kelam
Ketika para remaja kuyuh, layu, termangu, teler membeku
Padahal topan telah bersiap mengamuk menggasak seantero jagat
tersembelih oleh sedih, pedih lebih terkoyak koyak perih,
angan angan mendaki langit pun runtuh, patah pecah terbelah amarah parah semangat rebah terburai darah triliunan impian punah kita menyerah kala laut pasrah,
tetapi tiba tiba terdengar suara,
kenapa matamu berdarah hanya lantaran kala tak kau percaya ada gelombang perkasa mengendap dalam siksa.
angkat nasib itu untuk senjata
busungkan darah di kubangan luka bertempur lah kian gila
Diatas air mata,
Tulis nasib itu tulis riwayat negeri mu sendiri sejarah baru bukan ulangan masa lalu
Bila kau percaya pada percaya, bila kau setia pada setia, asal kau tetap kau
Akan terbit cahaya didalam kelam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar